Pademawu Timur – Mahasiswa KKNT-91 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan kegiatan demonstrasi pengolahan ikan lele di hadapan ibu-ibu PKK Desa Pademawu Timur, Pamekasan. Olahan produk yang didemonstrasikan adalah pembuatan cilok dari bahan baku ikan lele. Kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu, 16 Juni 2021. Sesuai dengan tema KKN Tematik yaitu ”Bangkit di Masa Pandemi” kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat masyarakat terutama para ibu-ibu untuk dapat berwirausaha.
Lele dengan bahasa latin Clarias gariepinus ini adalah komoditas ikan yang hidup di air tawar dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Saat ini, budidaya ikan lele merupakan salah satu bisnis yang cukup banyak dijalankan oleh banyak orang. Sebagaimana diketahui, Desa Pademawu Timur merupakan salah satu kawasan budidaya ikan lele sebagai usaha milik desa sehingga masyarakat Pademawu Timur banyak membudidayakan lele sebagai salah satu bentuk usahanya.
Dalam demonstrasi ini dijelaskan bagaimana cara membuat cilok lele. Pada saat praktek pembuatan cilok lele tetap menggunakan masker sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Pembuatan cilok lele diawali dengan cara pembuatan isian cilok dari daging lele dengan langkah pertama yaitu membersihkan ikan lele menggunakan air mengalir, setelah dibersihkan ikan direbus hingga masak lalu dipisah antara daging dan tulangnya. Setelah terpisah, lele dihaluskan hingga menjadi seperti abon lele sebagai isiannya. Lele yang sudah hancur dan halus disisihkan lalu dilanjutkan dengan pembuatan adonan cilok.
Adonan cilok dibuat dengan bahan utama berupa tepung tapioka (tepung kanji) dan tepung terigu dengan takaran 1:2 (tepung kanji lebih banyak). Selanjutnya yaitu bahan utama tersebut dicampur dengan bumbu-bumbu dapur seperti garam, penyedap rasa, merica bubuk serta campuran bawang putih dan bawang merah yang telah dihaluskan. Semua bahan tersebut dicampur rata dengan air mendidih lalu diaduk hingga adonan kalis dan mudah dibentuk, air mendidih digunakan agar cilok kenyal saat dikonsumsi. Semua adonan yang sudah kalis lalu dibentuk bulat yang kemudian diisi dengan daging lele yang sudah dihaluskan sebelumnya.
Untuk langkah selanjutnya yaitu tahap perebusan adonan cilok yang sudah berisi lele. Langkah pertama yaitu menyiapkan air sebagai bahan rebusan lalu dipanaskan hingga air mendidih, jika telah mendidih 3 sendok makan minyak goreng ditambahkan ke dalam air tersebut (secukupnya), minyak goreng yang dimasukkan dalam air ini berguna agar cilok pada saat proses perebusan tidak lengket atau menyatu. Setelah mendidih, adonan cilok yang sudah dibulatkan sebelumnya dimasukkan ke dalam air yang sudah tercampur dengan minyak tersebut, lalu ditunggu hingga matang yang ditandai dengan mengambangnya adonan ke permukaan air saat perebusan.

Sosialisasi yang berisi demonstrasi cara pembuatan cilok lele tersebut mendapat respon yang sangat baik dari ibu-ibu PKK Desa Pademawu Timur. Beberapa di antaranya ikut membantu dalam proses masak dan berniat untuk mempraktekkannya di rumah sebagai camilan untuk keluarga.

| Penulis | : Elsa Taruna Wardani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Pelaksanaan Kegiatan Launching Gubuk Literasi Desa oleh Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institute Agama Islam Negeri Madura (IAIN Madura), Kamis (10/06) Pentingnya literasi untuk anak desa terutama mereka baru saja dihadapi dengan belajar mengajar secara daring dimana fokus mereka teralihkan oleh gawai atau smartphone. Maka dari itu, perlunya wadah berupa gubuk literasi desa agar mereka yaitu anak-anak desa Pademawu Timur menjadi anak yang melek akan literasi.
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institute Agama Islam Negeri Madura mengadakan kegiatan Launching Gubuk Literasi sekaligus memberikan sosialisasi mengenai kegiatan tersebut di balai desa Pademawu Timur. Dimana dihadiri oleh beberapa perangkat desa, wali kelas SDN Pademawu Timur IV dan juga perwakilan siswa dari tiap kelas yaitu kelas 4, 5, dan 6. Dimana gubuk literasi desa ini merupakan program kerja yang mempunyai tujuan dalam pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan gubuk literasi desa ini berfokus pada literasi membaca dan menulis. Dimana pada literasi membaca Mahasiswa KPM IAIN Madura memanfaatkan fasilitas yang ada didesa yaitu perpustakaan desa. Mereka mengajak semua anak desa baik ditingkat SD, SMP, dan SMA untuk membaca buku bersama di perpustakaan desa. Untuk literasi menulis Mahasiswa KPM IAIN Madura berfokus dalam penulisan profil desa Pademawu Timur baik yang berkaitan dengan sejarah, kebudayaan dan ciri khas dari setiap dusun yang ada di desa Pademawu Timur. Kegiatan literasi menulis juga melibatkan anak-anak desa baik dijenjang SD, SMP dan SMA untuk menulis narasi yang bertema “bangga menjadi anak desa Pademawu Timur” yang akan dicantumkan dalam buku profil desa tersebut. Kepala desa Pademawu Timur juga menyampaikan “jangan hanya wacana atau rancangan saja tapi saya juga perlu aksi kalian”. Dimana kegitan ini harus produktif dalam kegiatannya dan dapat memberikan manfaat terutama sesuai dengan tujuannya yaitu pemberdayaan masyarakat.

| Penulis | : Desita Tri Wulandari |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Seluruh perangkat di Desa Pademawu Timur mengikuti pembukaan kegiatan pelatihan desain grafis (salah satu rangkaian program inovasi desa) sebagai upaya meningkatkan keterampilan SDM khususnya perangkat desa yang ada di Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu. Kegiatan itu dilaksanakan mulai hari Rabu, (9/6/2021).
Dalam pembukaan tersebut Kepala Desa memperkenalkan tim inovasi desa yang akan mengisi kegiatan pelatihan ini, Tim tersebut diinisiasi oleh putra desa sendiri yang notabene sebagai civitas akademika Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan yaitu Iswahyudi. Tim tersebut akan menyelesaikan inovasi desa dalam bidang pertanian yang mana didalamnya juga ada pembuatan website dan desain grafis untuk publikasi desa. Pelatihan dan pendampingan ini akan dilaksanakan hingga beberapa bulan kedepan hingga output yang dituju tercapai sehingga Desa Pademawu Timur dapat menjadi ” Desa Berdaya.,” Ucap Ibu Kepala Desa.
Bapak Iswahyudi selaku salah satu perwakilan tim inovasi desa menambahkan, bahwa tim inovasi desa ini siap menemani serta membimbing perangkat desa hingga beberapa bulan kedepan. Mohon dukungan perangkat desa untuk menyelesaikan program inovasi yang telah direncanakan sehingga tercapai tujuan sebagai desa berdaya.


| Penulis | : Nur Imamah Indriyani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Pertemuan rutin RT 002 RW 003 merupakan pertemuan yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam setiap bulan. Dalam pertemuan tersebut biasanya dikemas dengan pengajian bersama dan dilanjutkan diskusi antar warga untuk memper erat silaturahmi. Pertemuan kali ini sedikit berbeda dengan pertemuan biasanya, karena dihadiri oleh Kepala Desa Ibu Juma’ati Elis Susanti, PLD, Babinsa, dan Babinkamtibmas di Dusun Mongging Barat. Minggu (6/6/2021).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa juga memaparkan program desa yang telah berjalan. diantaranya memperkenalkan web desa, inovasi desa dengan menggandeng putera daerah yaitu pengembangan padi merah, pemberian intensif guru ngaji, mendukung program SDGS. Semua itu demi mendukung terwujudnya Desa Mandiri,” ucap Ibu Kepala Desa.
Selain itu dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi PPKM Mikro. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Moh. Suri selaku PLD Pademawu Timur. Intinya adalah PPKM Mikro ini perintah langsung dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Di Desa Pademawu Timur terdapat 9 Posko PPKM mikro. Posko tersebut dibentuk agar kepala desa dibantu masyarakat bisa melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 secara maksimal serta mempermudah pendataan berskala mikro sekaligus mempermudah memberikan informasi kepada pemerintah pusat terkait pendataan tersebut.
Babinsa dan Babinkamtibmas juga menghimbau bahwa tetap taat hukum dan taat aturan prokes, serta meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi untuk mensukseskan program desa mengenai PPKM Mikro.

| Penulis | : Nur Imamah Indriyani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Pelaksaan kegiatan bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (LPPM UTM) di Balai Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Minggu (06/06) Situasi Pandemi Covid-19 masih mengakibatkan pelaksanaan belajar mengajar di Tahun Ajaran 2020/2021 ini dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Maka dari itu, perlu nya bimbingan belajar terhadap anak sekolah dasar guna membantu menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura ini memberikan sosialisai kepada anak sekolah dasar tentang adanya perpustakaan yang ada di balai desa Pademawu Timur yang mana perpusatakaan ini terbuka untuk siapapun masyarakat atau anak-anak yang ada di desa pademawu yang ingin belajar atau sekedar membaca buku.
Kegiatan lainnya yaitu mendampingi atau membimbing anak sekolah dasar untuk belajar dengan memberikan materi terkait mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Harapannya agar anak-anak sekolah dasar mampu memahami makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

| Penulis | : Nuary Nisa Andini |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Pengolahan sampah organik yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (LPPM UTM) di Balai Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Jum’at (04/06) merupakan pengolahan sampah organik menjadi kompos secara alami menggunakan media biopori. Biopori sendiri adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
Acara yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pademawu Timur beserta jajarannya, terbagi menjadi dua tahap. Yang pertama yaitu sosialisasi mengenai pengertian, fungsi dan cara membuat biopori. Sosialisasi ini penting dilakukan guna diteruskan ke setiap warga di Desa Pademawu Timur, agar setiap halaman rumah warga diberi biopori.
Tahap yang kedua yaitu terjun ke lapangan untuk memasang media biopori di tempat yang biasanya tergenang oleh air saat musim hujan. Dalam acara ini pastinya tetap menggunakan protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid-19. Dengan adanya biopori ini, diharapkan sampah yang ada di Desa Pademawu Timur terutama sampah organik akan berkurang dan genangan air yang muncul saat musim hujan juga berkurang.

| Penulis | : Sholehan Nur Hamdani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Penyaluran yang dilaksanakan di Balai Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Rabu (02/06) merupakan penyaluran tahap ll pada tahun 2021. Adapun keluarga penerima (BLT_DD) tahap ll tahun 2021 di Desa Pademawu Timur berjumlah 64 orang, yang sesuai dengan Data yang tersebar di sembilan Dusun di Desa Pademawu Timur. Penyaluran (BLT_DD) tahun 2021 Tahap ll, sebesar Rp. 300. 000.
Penyaluran (BLT_DD) dihadiri langsung Ole Kepala Desa Pademawu Timur beserta jajarannya, Pendamping Desa Pademawu, dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Pademawu Timur Ibu Juma’ati Elis Susanti, SH. Dalam kesempatan ini memberikan arahan dan sosialisasi kepada penerima (BLT_DD) Tahap ll tahun 2021 agar bisa memanfaatkan dengan baik. Juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak serentak sehingga (BLT_DD) Tahap ll bulan Juni 2021 ini dapat di salurkan dengan lancar. Ia berharap dengan bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa tersebut dapat meringankan beban masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga menyampaikan himbauan kepada seluruh penerima (BLT_DD) agar disiplin dalam melaksanakan dan menerapkan pola hidup sehat. Juga terus mengingatkan agar selalu mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID_19. “Semoga dengan adanya (BLT_DD) dapat membantu perekonomian masyarakat miskin di Desa Pademawu Timur”.
Dengan berpedoman pada pemberlakuan pemberantasan kegiatan masyarakat dan tetap mengikuti protokol kesehatan 5M ( Menjaga jarak, Memakai Masker, Mencuci tangan menggukan Sabun, Menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas). Kegiatan penyaluran (BLT_DD) Tahap ll tahun 2021 berjalan dengan lancar dan tertib.

| Penulis | : Risky Amalinda A |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Masih adanya sejumlah wilayah di Indonesia dengan kasus Covid-19 cukup tinggi, Khususnya Kabupaten Pamekasan yang juga pernah mengalaminya, membuat Kepala Desa Pademawu Timur Jumaati terus melakukan sosialisasi yang ke 4 untuk meningkatkan pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Sosialisasi dilakukan di Pendopo Balai Desa Pademawu Timur didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas Rabu (2/6/2021).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa menghimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun seusai beraktivitas, dan menjauhi kerumunan. Mari bersama-sama kita jaga taati protokol kesehatan,” tandas Ibu Kepala Desa.
Ditambahkan, Moh. Suri Pendamping Desa di Desa Pademawu Timur terdapat 9 Posko PPKM mikro. Posko tersebut dibentuk agar kepala desa dibantu masyarakat bisa melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 secara maksimal.
Babinsa dan Babinkamtibmas juga menghimbau bahwa tetap taat hukum dan taat aturan prokes, serta meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi untuk mensukseskan program desa mengenai PPKM Mikro.

| Penulis | : Faradillah Wahyu |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Desa Pademawu Timur, Ibu Kepala Desa Jumaa’ti Elis Susanti menyerahkan bantuan insentif Guru Ngaji, Jum’at (28/5/2021). Penyerahan secara simbolis yang dilaksanakan di Pendopo Agung Balai Desa Pademawu Timur tersebut merupakan penyerahan insentif tahun anggaran 2021. Penyerahan didampingi Pendamping Kecamatan, PLD Pademawu Timur, Sekdes Pademawu Timur, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak terkait lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Desa Pademawu Timur Juma’ati Elis Susanti menjelaskan total guru ngaji yang mendapatkan insentif sebanyak 40 orang.
“pada tahun anggaran 2021 guru ngaji menerima intensif sebesar Rp 200.000, dan saya berharap meskipun perberian intensif ini tidak seberapa semoga bisa bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya,” jelasnya

Sementara Kepala Desa Pademawu Timur menjelaskan dengan dilaksanakannya penyerahan simbolis tersebut, maka dana insentif sudah bisa digunakan oleh penerima manfaat. Menurut Kepala Desa Pademawu Timur, program insentif untuk Guru Ngaji merupakan program yang baru dicanangkan dan semoga akan tetap berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.
“Pemberian insentif Guru Ngaji merupakan realisasi dari janji kami dan program kerja Pemerintah Kepala Desa Pademawu Timur yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi Guru Ngaji yang selama ini telah memberikan pengabdian untuk ikut membangun SDM masyarakat yang berkualitas dan berakhlak,” ujarnya.
Kepala Desa Pademawu Timur juga mengatakan dimasa pandemi Covid-19 program pemberian insentif pada Guru Ngaji ini masih bisa dipertahankan oleh Pemkab Kepala Desa Pademawu Timur sehingga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial dampak pandemi Covid-19
| Penulis | : Nur Imamah Indriyani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
Tim penggerak PKK Desa Pademawu Timur mengadakan sosialisasi PPKM mikro di Balai Desa Pademawu Timur, pada Kamis (27/5). Yang hadir pada pertemuan ini adalah Ibu Kepala Desa Ketua Tim Penggerak PKK, PLD beserta pengurus dan ibu-ibu warga Desa Pademawu Timur.
Chorriyah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu Timur, Kabupaten Pamekasan menyampaikan beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut:
“Sebagai perempuan harus bisa mengedukasi keluarga di rumah untuk menerapkan protokol kesehatan dan mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan covid-19,” terangnya.

Membangun kedisiplinan masyarakat perdesaan dalam menerapkan protokol kesehatan harus dilakukan. Sosialisasi dan edukasi yang tepat dengan keterlibatan banyak pihak diperlukan, supaya sebaran COVID-19 tidak meluas.
“Sosialisasi ini perlu disampaikan serta harus dilaksanakan dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan kepada para ibu yang ada di rumah karena ibu ada guru pertama dan utama di rumah”, ujar Kepala Desa Pademawu Timur Ibu Juma’ati Elis Susanti.
Dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun perlu dilakukan dan salah satunya adalah melalui sosialisasi.
| Penulis | : Nur Imamah Indriyani |
| Editor | : Wildan Romadhoni S |
© 2021 PademawuTimur_Amanah | AI